jadIah eNgaKAu spt MutiaRa yg KehAdirannyA bgitU diNanti, KehaDirannYA bGtU memUkaU& KeprgIAannYa meNInggalKan bekas Yg BerNiLai

Bismillah,,,

Robb,,, yang tidak pernah tidur,,,

Robb,,, yang sayang kepada hamba-hambaNya,,,

Robb Yang Maha Mengetahui,,,,

Setiap kisi-kisi ruang hampa di setiap dada ummatNya,,

Robb Yang Maha Pemurah,,,

Robb Yang tidak pernah dzalim kepada ummatNya,,

Robb Yang Maha Mendengar,,,

Bisikan hati dari setiap insan,,,

Jeritan hati hambaNya,,

Ampuni dosaku,,,

Maafkan kesalahanku,,,

Ampuni diri yang hina ini,,,

Ampuni tingkah laku yang membuat Mu marah,,,

Ampuni jika ternyata keikhlasan dan kesabaranku,,,

Tidak bernilai di Mata Mu,,,

Robbi,,,

Ampuni diri ini,,,,,

Ampuni rasa yang ada dalam hati,,,,

Ampuni rintihan jiwa ini,,,,

Ampuni kerinduan ini,,,

Kerinduan yang seharusnya belum boleh terpatri,,,,

Sungguh aku letih,,

Aku lelah,,,,

Sungguh aku hanya ingin menjaga diri,,,

Dari sesuatu yang tidak terpungkiri,,,

Apakah perahuku akan pergi kembali,,,,,???

T_T

created by : dafa

November 1st, 2008 at 6:00 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Bismillahirrahmannirrahim

Untuk Para Akhwat/ Wanita…. mari kita Aminkan Doa ini…….

Untuk Para Ikhwan/Pria …. Dengarlah Doa Para Akhwat yang sangat merindukan datangnya seorang pendamping….

“Peringatan Rasulullah: “Bukan termasuk golonganku orang-orang yang
merasa khawatir akan terkungkung hidupnya karena menikah kemudian ia tidak menikah.” (HR. Thabrani). “

Apa yang menghimpit saudara kita sehingga MEREKA SANGGUP MENETESKAN AIR MATA. Awalnya adalah KARENA MEREKA MENUNDA APA YANG HARUS DISEGERAKAN, MEMPERSULIT APA YANG SEHARUSNYA DIMUDAHKAN.

Padahal Rasululloh berpesan:

“Wahai Ali, ada TIGA PERKARA JANGAN DITUNDA-TUNDA, apabila SHOLAT TELAH TIBA WAKTUNYA, JENAZAH APABILA TELAH SIAP PENGUBURANNYA, dan PEREMPUAN APABILA TELAH DATANG LAKI-LAKI YANG SEPADAN MEMINANGNYA.” (HR Ahmad) ”

– M. Fauzil Adhim

****************************
A Prayer

Tuhanku…
Aku berdo’a untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu Seorang
pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah
Engkau
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu

Wajah tampan dan daya tarik fisik tidaklah penting
Yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan

Engkau
dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada dirinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga
hidupnya tidaklah sia-sia

Seseorang yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang cerdas
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasihatiku
ketika aku berbuat salah

Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku

Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku
di sisinya

Tuhanku…
Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang
yang tidak sempurna,
sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu

Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya

Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya

Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya

Seseorang yang membutuhkan diriku
untuk membuat hidupnya menjadi sempurna

Tuhanku…
Aku juga meminta,
Buatlah aku menjadi wanita yang dapat membuatnya bangga
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat
mencintainya
dengan sekedar cintaku

Berikanlah sifat yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMu
Berikanlah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik
dan
bukan hal buruk dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana, mampu
memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuk
dirinya setiap pagi

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat
mengatakan:
“Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan
yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna.”

Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat Dan
Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah Engkau

tentukan

Amin….

========================

doa diatas Na dapat dari http://bebexx.multiply.com/journal/item/31/Doa_akhwat_

ah,,, semoga saja para malaikat mengijabah setiap rintihan dan do’a dari para munajat malam.

Robbi,,,

ampuni diri ini,,,,,

ampuni rasa yang ada dalam hati,,,,

ampuni rintihan jiwa ini,,,,

ampuni kerinduan ini,,,

Kerinduan yang seharusnya belum boleh terpatri,,,,

T_T

November 1st, 2008 at 5:22 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Close your eyes, give me your hand, darling
Do you feel my heart beating, do you understand?
Do you feel the same, am I only dreaming?
Is this burning an eternal flame?

I believe it’s meant to be, darling
I watch when you are sleeping, you belong to me
Do you feel the same, am I only dreaming
Or is this burning an eternal flame?

Say my name, sun shines through the rain
A whole life so lonely, and then you come and ease the pain
I don’t want to lose this feeling

[break]

Say my name, sun shines through the rain
A whole life so lonely, and then you come and ease the pain
I don’t want to lose this feeling

Close your eyes and give me your hand
Do you feel my heart beating, do you understand?
Do you feel the same, am I only dreaming
Or is this burning an eternal flame?

[break]

Is this burning an eternal flame?

An eternal flame?

(Close your eyes and give me your hand
Do you feel my heart beating, do you understand?
Do you feel the same, am I only dreaming
Or is this burning an eternal flame?)

October 30th, 2008 at 11:33 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

“Assalamu’alaikum,,,” sepi tidak ada yang menjawab. Aku bingung,,,

” Assalamu’alaikum,,,, da,,, aku pulang,,,,” lagi-lagi sunyi, hanya gaung suara ku saja. Oh ya aku lupa kalau kau sudah pindah rumah. Ke rumah istrimu pastinya. Annisa merebahkan tubuhnya di sofa yang kini telah mulai berdebu. Entah sudah berapa lama dia tidak ke rumah ini.

Dia mulai melangkahkan kakinya menyusuri setiap sudut ruangan, memperhatikan dengan seksama. Ah… tidak ada yang berubah, masih sama seperti dahulu ketika ia meninggalkan rumah tersebut. Foto-foto itu masih terpajang dengan rapi di atas meja. Ayah, Ibu, aku dan juga foto mu da.

Ternyata tidak terasa ya semenjak kecelakaan itu yang menewaskan ayah dan ibu tercinta. Ya,,, peristiwa yang membuat ku shock berat. Kau yang menjaga dan merawat ku sampai akhirnya aku benar-benar pulih dari keadaan dan juga luka-luka yang ada di tubuh ini. Di usia mu yang seharusnya sudah cukup untuk menggenapkan setengah Dien mu, kau abaikan demi menjaga ku.

“krek,,,krek,,krek,,,” aku menoleh ke arah suara. Ah,, angin rupanya.

Taman belakang yang mengingatkan ku dimana kita sekeluarga bergembira di kala sore hari ataupun disaat Ayah dan Ibu libur kerja beramai-ramai kita semua bercanda tawa di sana. Masih segar rumput-rumput itu, ah iya aku lupa halaman belakang rumah kan tidak beratap. Jadi ketika hujan turun langsung menyirami rumput-rumput tersebut. Ku hirup udara yang semakin sejuk dan ku hempaskan perlahan. Ah,, Allah,,, betapa besar karunia Mu, nikmatMu, ucap syukur ku panjatkan. Kolam renang airnya sudah tidak terawat, hijau dan banyak lumut di setiap dinding kolam nya. Sepertinya,,, aku harus kerja lebih keras liburan ini.

Annisa kembali melangkahkan kakinya menyusuri sudut ruangan yang lain, hingga akhirnya di berada di salah satu kamar di lantai 2. Kamar ini sepertinya berbeda dari ruang tamu di lantai 1, lebih bersih dan terawat. Ya,, kamar itu adalah miliknya.  Annisa berpikir sejenak dan bergumam dalam hati.

“aneh,,, seharusnya kamar ini sama kotornya dengan ruang tamu dan juga yang lainnya. Apakah ada orang lain selain aku yang datang ke rumah ini? tapi siapa?”

Pertanyaan itu terus menggelayuti benaknya.Mata elangnya terus menyusuri sudut ruangan itu hingga akhirnya dia pun menemukan secarik kertas bersampul biru tergeletak di meja rias. Dibukanya perlahan amplop biru itu dan dibacanya. Hanya sebuah nasehat, tapi tidak ada dari siapa yang menulisnya.

“Aku minta kepada Allah setangkai bunga segar, DIA beri aku kaktus berduri. Ku minta pada Allah hewan mungil nan cantik, DIA beri aku ulat bulu. Ku sempat sedih , kecewa dan protes, betapa tidak adilnya ini… namun kemudian …. kaktus itu berbunga, sangat indah sekali, dan ulatpun tumbuh menjadi kupu-kupu yang teramat cantik… itulah jalan dari Nya INDAH PADA WAKTUNYA… DIA tidak memberi apa yang kita harapkan tetapi memberi apa yang kita perlukan.. walau kadang sedih,kecewa,terluka.. TAPI JAUH DI ATAS SEGALANYA ADALAH… bahwa DIA merajut yang terbaik untuk kita…”

Tiba-tiba kristal bening sudah menggenang di kedua pelupuk matanya.

~ bersambung~

created by : dafa ( lina )

October 29th, 2008 at 5:22 am and tagged ,  | Comments & Trackbacks (1) | Permalink

Sahabat ..

kalau kesusahan ibarat matahari,

dan kesuksesan ibarat hujan,

maka kita butuh keduanya untuk melihat pelangi

created by : dafa

October 27th, 2008 at 5:08 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Lirih

Kini tlah kusadari / dirimu tlah jauh dari sisi
kutau tak mungkin kembali kuraih / semua hanya mimpi
ingin ku coba lagi / mengulang yang telah terjadi
tetapi semua sudah tak berarti / kau tinggal pergi

.Reff
Adakah kau mengerti kasih / rindu hati ini
tanpa kau disisi
mungkin kah kau percaya kasih/ bahwa diri ini
inging memiliki lagi

kusadari kembali / ternyata semua khayal diri
kini kutau tak mungkin ada waktu / untuk mencintaimu lagi

back to .Reff

mungkinkah kau percaya kasih / bahwa diri ini
ingin memiliki lagi
mungkinkah kau percaya kasih / bahwa diri ini
ingin memiliki
lagi…

** om chrisye,,,, apa kabar mu disana?,,, semoga “rumahmu” senantiasa terang benderang ya,,, semoga malaikat-malaikat yang baik hati menemani mu, sampai “hari Itu tiba”. amin

October 27th, 2008 at 12:41 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Allah,,,,

Apakah aku akan mengalami hal itu lagi,,,

Sudah lama luka itu aku sembuhkan,,

Sudah lama luka itu bersihkan,,,,

Sudah lama luka itu aku perban,,,,

Sepenggal kisah lalu,,,

Yang tidak bisa aku lupakan,,,

Sebuah kenyataan pahit yang aku rasakan,,,

Dimana batin yang merasakan,,,,

Allah,,,,,

Dia kini sudah bahagia,,,

Bersama si buah hati,,,,,

Aku pun turut bahagia,,,,

Tapi,,,

Apakah salah kalau aku juga ingin bahagia,,,,,

Allah,,,,

Sekuat tenaga diri ini menutup diri,,,,

Sekuat tenaga diri ini menyendiri,,,,

Sekuat tenaga diri ini membentengi hati,,,,

Allah,,,,

Satu persatu mereka datang menawarkan diri,,,

Satu persatu mereka mencoba membuka hati ini,,,,

Namun hati ini tetap diam terkendali

Allah,,,,

Dengarkan jeritan hati,,,,

Dengarkan rintihan hati,,,,

Hapus luka hati,,,,

Yang kini terbuka kembali,,,,,,

Allah,,,

dia datang menawarkan diri,,,

Mencoba mengobati luka hati,,,,

Menghibur hati ini,,,,

Allah,,,

Haruskah kualami hal ini lagi,,,,??

created by dafa

October 24th, 2008 at 2:07 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia,

ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci.

Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya.

Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.~ Hamka~

October 24th, 2008 at 12:50 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

malam ini terasa kelam

entah mengapa sang bintang tak menampakkan cahayanya

ah,,,

rupanya ia bersembunyi dibalik awan yang dari kemarin kelabu.

“hai bintang,,keluarlah dari persembunyianmu,,,” seru sang angin

” bintang sedang tidak ingin bermain dengan mu angin,,,” awan kelabu itu seolah mengerti apa yang ada dalam hati bintang

” mengapa duhai awan,,, apa salah ku?” tanya angin seraya tak percaya.

” karena,,,, karena,,, “bintang,,, haruskah aku memberitahukannya?” (tanya awan sambil menoleh kearah bintang ). Bintang hanya mengangguk pelan, cahayanya semakin redup.

” angin,,,, bintang tidak ingin bermain dengan mu, karena malam ini bulan tidak muncul”

kenapa?apakah harus menunggu bulan baru dia akan bermain denganku. apa aku tidak berarti baginya?” tanya angin

” angin,,,,bintang semakin redup. bermainlah kau sendiri, bukankah kau terbiasa bermain seorang diri?siang hari kau bermain dengan bumi berilah bintang waktu untuk bermain denganku” ucap awan

“aku tidak akan macam-macam,,,,”

” kau dibutuhkan oleh siapa saja angin,,,,, kau biasa mandiri, kau biasa sendiri.” jawab awan

” tapi,,,,,aku butuh cahaya,,,,,,aku bisa tersesat bila tidak ada cahaya,,,”

” Bersyukurlah duhai angin,,,,Tuhan membuat mu ada. Tanpa mu kami semua mungkin akan mati. Tanpa mu mungkin pohon tidak bergoyang dengan lincah malam ini.” awan pun bertutur

“Tapi aku letih seperti ini,,,, aku lelah,,,, bepergian seorang diri,, aku lelah. Seolah aku hanya dimanfaatkan oleh teman-temanku. Tatkala aku sedih dan ingin bermain, mereka selalu sibuk dengan urusan sendiri-sendiri. Disaat malam hanya dingin yang aku rasa. seolah mereka tidak membutuhkan aku…”

Tiba-tiba angin menitikan air mata, bulir-bulir kristal bening membasahi pipinya yang lembut. Awan terperanjat melihat angin menangis, tanpa terasa pipi awan menjadi hangat.

” Bersabarlah duhai angin, aku mengerti apa yang kau rasakan. Biarkan bintang denganku sejenak. Izinkan ia untuk beristirahat dan berteduh dengan ku. Suatu saat nanti akan ku kembalikan Bintang kepadamu. Ya,,, suatu saat nanti.”

Malampun semakin larut, rintik-rintik hujan pun membasahi bumi yang mulai gelap. Bumi tidak mau tau mengapa malam ini tiba-tiba turun hujan, padahal tadi siang matahari cukup cerah meneranginya,.

created by : dafa

October 23rd, 2008 at 4:00 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

ayah,,,

pagi ini kau terLihat mUrung…

ada apakah gerangAn diRimu?

ayah,,,

bisakah kau memBagi beban mu kepadaku?

agar Terasa ringaN

aYah,,,,

malam ini aku sengAja memeluk mu

agar beban mu terkurangi

tapi,,, kenapa kau hempaskan begItu saja??

ayaH,,,

berbagilah Peluh mu padaku…

Maafkan kesalahanku

May 4th, 2007 at 12:39 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink