bismillahirrahmannirrahim
Sekarang,,, aku baru mengerti,, atas semua yang aku alami.
Cobaan demi cobaan yang aku dapat, entah itu dari keluarga, adik, atau saudara,,,maupun tempat kerja
Di Tempat Kerja
Kerja dari pagi hingga malam,,, seolah hidupku tua di jalan, bekerja dan terus berpacu dengan waktu yang terus berjalan dan berputar. Seolah rumah hanya dijadikan tempat istirahat belaka. Tempat melepas lelah untuk memulihkan tenaga untuk esok hari. Rasanya sudah tidak seimbang hidupku
Menghadapi masalah di tempat kerja, di rumah dan juga yang lainnya. Menghadapi sikap rekan kerja yang terkadang tidak bisa ditolerir kalau bercanda, hingga aku pun harus bersikap kasar dan tegas kepada mereka.
Ya,, terserah mereka mau bilang aku judes, dll. Daripada dibaikin tapinya ngelunjak. Ah,,, Allah,,, when this over,,, T_T. I want to safety
Dari adik,,,
Hem,, mereka sudah menjadi gadis remaja sekarang,,,
Aisyah-aisyahku,,, mereka aku anggap adik dan juga anak. Ya,,, anak,,, Disini aku menempatkan diri sebagai kakak dan juga orang tua. Mengajari mereka (terutama si bungsu) kalau ada PR, menasehati mereka ketika ada teman lawan jenis yang sudah mulai sering telepon or sms. Demi mereka aku kerja dari pagi hingga malam, demi masa depan mereka yang masih panjang terbentang jauh,,,, hati ini terhibur melihat tingkah mereka yang membuat aku tertawa. Pertengkaran mereka yg akhirnya si bungsu yang nangis, tapi nanti tertawa kembali setelah diledekin. Menghilangkan rasa penat ku setelah seharian. Pelukan mama, dan tabah dan sabarnya mama yang membuatku bertahan dalam menghadapi semua cobaan ini. Alhamdulillah,,, Terkadang aku berpikir,,, sudah saatnya adik ku yang nomor 4 untuk belajar menjadi seorang kakak. Dia harus bisa melindungi adik nya, melindungi mama, melindungi bapak, kalau nanti aku tidak ada. Walaupun terkadang mungkin tidak bisa adik ku terima. Tapi itulah, adik ku harus belajar mau ataupun tidak mau. Step by step. Dia harus kuat menghadapi terpaan cobaan dan ujian yang suatu saat nanti datang padanya. Hingga akhirnya aku pun berpesan ” de,,,, ade jangan terus-terusan mengandalkan teteh,,, ade harus bisa mandiri,,,,”
Terkadang,, teman-teman ku didunia maya protes karena aku terlalu sering pulang malam, ucap syukur ku panjatkan karena memiliki saudara, sahabat dan kakak ataupun bunda yang sayang dan perhatian walaupun jarak kami jauh terbentang entah dimana. Kalau disuruh memilih,,, aku lebih senang mengajar. Tapi inilah yang harus aku pilih. Dimana istikhoroh telah aku lakukan ketika mengambil keputusan untuk meninggalkan dunia itu. Terkadang aku iri dengan mereka, sore hari sudah ada di rumah tidak berinteraksi dengan yang non muhrim. Tapi insyallah nanti pun aku akan seperti mereka.
Wallahu’alam bi showab
Hanya satu kata yang aku panjatkan,,,,
Alhamdulillah Ya Robb…
atas semua tempaan yang Engkau berikan. Karena permasalahan yang sesungguhnya adalah nanti ketika diri ini sudah Engkau izinkan untuk menggenapkan setengah Dien yang Rasulullah sunnah kan kepada setiap ummatNya
Demi anak mereka kerja banting tulang
Demi anak mereka berjuang
Demi si buah hati
Mereka mencintai
,, Robbi,,,
*Seperti inikah menjadi orang tua?*