jadIah eNgaKAu spt MutiaRa yg KehAdirannyA bgitU diNanti, KehaDirannYA bGtU memUkaU& KeprgIAannYa meNInggalKan bekas Yg BerNiLai
<

malam ini terasa kelam

entah mengapa sang bintang tak menampakkan cahayanya

ah,,,

rupanya ia bersembunyi dibalik awan yang dari kemarin kelabu.

“hai bintang,,keluarlah dari persembunyianmu,,,” seru sang angin

” bintang sedang tidak ingin bermain dengan mu angin,,,” awan kelabu itu seolah mengerti apa yang ada dalam hati bintang

” mengapa duhai awan,,, apa salah ku?” tanya angin seraya tak percaya.

” karena,,,, karena,,, “bintang,,, haruskah aku memberitahukannya?” (tanya awan sambil menoleh kearah bintang ). Bintang hanya mengangguk pelan, cahayanya semakin redup.

” angin,,,, bintang tidak ingin bermain dengan mu, karena malam ini bulan tidak muncul”

kenapa?apakah harus menunggu bulan baru dia akan bermain denganku. apa aku tidak berarti baginya?” tanya angin

” angin,,,,bintang semakin redup. bermainlah kau sendiri, bukankah kau terbiasa bermain seorang diri?siang hari kau bermain dengan bumi berilah bintang waktu untuk bermain denganku” ucap awan

“aku tidak akan macam-macam,,,,”

” kau dibutuhkan oleh siapa saja angin,,,,, kau biasa mandiri, kau biasa sendiri.” jawab awan

” tapi,,,,,aku butuh cahaya,,,,,,aku bisa tersesat bila tidak ada cahaya,,,”

” Bersyukurlah duhai angin,,,,Tuhan membuat mu ada. Tanpa mu kami semua mungkin akan mati. Tanpa mu mungkin pohon tidak bergoyang dengan lincah malam ini.” awan pun bertutur

“Tapi aku letih seperti ini,,,, aku lelah,,,, bepergian seorang diri,, aku lelah. Seolah aku hanya dimanfaatkan oleh teman-temanku. Tatkala aku sedih dan ingin bermain, mereka selalu sibuk dengan urusan sendiri-sendiri. Disaat malam hanya dingin yang aku rasa. seolah mereka tidak membutuhkan aku…”

Tiba-tiba angin menitikan air mata, bulir-bulir kristal bening membasahi pipinya yang lembut. Awan terperanjat melihat angin menangis, tanpa terasa pipi awan menjadi hangat.

” Bersabarlah duhai angin, aku mengerti apa yang kau rasakan. Biarkan bintang denganku sejenak. Izinkan ia untuk beristirahat dan berteduh dengan ku. Suatu saat nanti akan ku kembalikan Bintang kepadamu. Ya,,, suatu saat nanti.”

Malampun semakin larut, rintik-rintik hujan pun membasahi bumi yang mulai gelap. Bumi tidak mau tau mengapa malam ini tiba-tiba turun hujan, padahal tadi siang matahari cukup cerah meneranginya,.

created by : dafa

October 23rd, 2008 at 4:00 am