SuraT ini Aku DapAT darI maiLIst SebeLaH, Jadi BUkaN aku Yang TUliS
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
A’a Gym Yth.
Sebagai figur yang saya hormati dan kagumi, sehubungan dengan
pernikahan Anda, ada beberapa pertanyaan yang mengganjal yang mudah
mudahan dapat pula mewakili rasa penasaran rekan rekan lainnya.
1. Mengapa A’a Gym sampai perlu menunggu 3 (tiga) bulan, baru
mengumumkan ke khalayak mengenai status pernikahan A’a Gym yang
kedua. Bukankah hal tersebut dapat menjadi fitnah bagi yang tidak
mengetahuinya ?
2. “Kalau memang Poligami bagus, kampanyenya-kan harus “yakin”! dan tidak boleh menimbulkan bias persepsi dikalangan umat ? Bukankah dengan menunda mengumumkan malah membuat umat jadi bertanya tanya ? Apakah A’a Gym ragu ? Kalau alasannya khawatir umat belum siap, bukankah memang sudah seharusnya di siapkan ?
3. Mengapa A’a Gym sampai perlu mengingatkan untuk tidak asal meniru
keteladanan A’a Gym menikah lebih dari satu, karena perlu
persyaratan tertentu. Seolah olah A’a Gym ingin mengatakan hanya
orang orang seperti A’a Gym yang dapat berlaku adil. Apakah
ini tidak termasuk ‘Ujub ? Bagaimana dengan lagu “Jagalah hati,
jangan kau nodai, jagalah hati jangan kau kotori ?
4. Kalau Teh Nini mengatakan ini sebagai sebagai ujian ke ikhlasan
seorang istri, bukankah ini juga sebagai ujian keikhlasan A’a Gym
menjaga perasaan seorang istri (Teh Nini mengatakan sebagai seorang
perempuan hatinya “berat”). Bukankah menjaga perasaan Teh Nini, juga
jadi “ladang amal” buat A’a Gym ?
5. Dikoran saya baca ada statement “A’a Gym juga manusia”. Apa
maksudnya ? Apakah lebih ke urusan syahwat ? Karena setahu saya,
yang nabi nikahi, janda janda korban perang. Apakah kalau ada janda
janda lain misal nenek nenek yang tidak mampu, mau jadi istri A’a Gym, apakah boleh ?
Ada yang mau nambahin ?
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
gw tertarik ma kalimat terakhir tuh lin….
December 8, 2006 @ 9:39 pmapakah ada tuh yg mo menikahi / melakukan poligami ama janda2 tua renta yg hidup di jalanan…..
luarbinaza lah dunia ini, singkatnya ini merupakan suatu pilihan hidup yg memang harus dipilih bagi yg mau memilih….
hmmm,,, subhanallah kalau mm ada gung. dan memang hanya dengan poligami lah cara tuk menyelamatkan wanita. karena spt yg kita ketahui jmlh wanita skrang lebih banyak dari pada pria. Klo tdk dg poligami, kasihan dunk bnyak wanita yg tdk menikah.
December 12, 2006 @ 10:37 pm