jadIah eNgaKAu spt MutiaRa yg KehAdirannyA bgitU diNanti, KehaDirannYA bGtU memUkaU& KeprgIAannYa meNInggalKan bekas Yg BerNiLai
<

Suara hati….

   

Ketika kau terikat dalam untaian janji suci
Tlah terukir hak dan kewajibanmu
Bukan hanya hiasan kalam dalam benak
Tapi hamparan pesona yang terjawab
Dalam alammu kemana langkahmu kan terjerat

Jangan kau palingkan hati dan jiwamu
Ketika kepasrahan berserah kepadamu
Mengukir kata setia dan keutuhan bejana sucimu
Kau kencangkan ikat pinggangmu tuk menyapanya
Kau ukirkan samurai jiwamu tuk merangkulnya

Dan ketika kau sia-siakan permatamu
Kau kan lari tunggang langgang tak terkejar
Luruh berdarah dan merah membara
Sang waktupun tlah terkoyak tak berbelok arah
Dan kau terhuyun terhempas sudah hilang bayangmu

Aku…..
Terjebak dalam arena jiwa yang gersang
Terseret dalam lingkaran yang tercemar
Bau yang menyengat, terkepul asap dan terbungkam
Tiada pilihan karna tlah merah tercecer dan terluka

Sribu langkahku ku ayun dalam sepiku
Tapi tak tertapak dan berbaur dalam arang yang terbakar
Jeritanku begitu kelu terbawa sang bayu dan berlalu
Tak terdengar dan sang waktupun tlah berpaling dariku
Tak kan terbersit walau hanya kembali tuk menyapaku

Suara hatiku¡K..
Yang kembali bersuara dalam hamparan padang yang gersang
Lama terpendam tak tersiram curahan kasih yang hilang

Wahai alamku yang ramah¡K
Jangan kau lemparkan aku dalam pusaran permainanmu
Jika kau kan menyapaku dlam benakmu

TUHAN
Hanya Engkau yang tahu bahasa suara hatiku
Hanya Engkau yang bisa menjauhkan semua permainan yang menyesatkanku
Rangkullah aku dalam dekapan KASIHMU
Dan rangkaikan bahagia untuk sisa umurku
Suara hatiku ku bisikkan hanya untukMU
Karna aku ingin slalu jalan dalam rel kebenaran yang kau titipkan dalam jiwaku

October 5th, 2006 at 1:04 am