jadIah eNgaKAu spt MutiaRa yg KehAdirannyA bgitU diNanti, KehaDirannYA bGtU memUkaU& KeprgIAannYa meNInggalKan bekas Yg BerNiLai
<

Pocari Sweat Cegah Penyumbatan Pembuluh Darah
 
 

 

Bandara internasional di Jepang paling waspada
  terhadap penumpang pesawat jarak jauh yang mungkin mengalami sindrom
deep vein thrombosis (DVT).

 

Dokter di bandar udara itu, dilengkapi peralatan
  yang memadai, selalu siaga setiap kali ada penerbangan jarak jauh mendarat
  Maklum DVT yaitu penggumpalan darah pada pembuluh darah balik (vena) bisa
  mematikan bila ada gumpalan darah yang terhanyut di pembuluh vena tersebut
  dan kemudian menyumbat paru-paru yang membuat orang jadi terganggu
  pernapasannya.

 

DVT atau VTE (Venous
  Thrombo Embolic
) dulu banyak terjadi pada penumpang pesawat
  jarak jauh kelas ekonomi yang selama perjalanan kesulitan atuu tidak banyak bergerak
  sehingga sindrom ini juga dikenal sebagai economic class syndrome. Gangguan
  inilah yang beberapa waktu lalu divonis sebagai penyebab meninggalnya seorang
  wanita Inggris setelah terbang selama 24 jam dari Australia
  ke London .

 

Bila tidak meninggal penderita gangguan ini bisa
  mengalami pembengkakan di kaki, kram atau pegal pegal. Kondisi ini bahkan
  bisa berlangsung sampai berhari-hari setelah turun dari pesawat.

 

Antara lain untuk membantu mencegah terjadinya
  gangguan tersebut , Saga Nutraceuticals Research Institute (SNRI) lembaga
  penelitian milik Otsuka Pharmaceutical, produsen minuman isotonik Pocari
  Sweat melakukan suatu penelitian. Dalam penelitian yang dilakukan bekerjasama
  dengan Japan Air Line (JAL) tersebut menurut Masao Sakurai Kepala Peneliti di
  SNRI sebanyak 12 pria berusia 24 - 38 tahun diminta duduk diam (seperti naik
  pesawat terbang) selama empat jam.

 

Secara acak sebagian dari mereka diberi minum
  Pocari, sebagian lain air minum biasa, dan sisanya diberi plasebo. Ketika
  dari kaki subjek penelitian kemudian diperiksa darahnya, terlihat bahwa duduk
  selama empat jam dengan plasebo ternyata meningkatkan kekentalan darah dan
  menurunkan plasma darah hingga 40 persen. Sementara air minum biasa terlihat
  bisa menggantikan cairan tubuh yang hilang tetapi tak sanggup mempertahankan
  jumlah plasma darah dan kekentalan darah. Efektivitas air mmnum itu akan
  hilang bersama terbuangnya cairan tubuh baik melalui urin maupun pernapasan.

 

Sebaliknya volume plasma darah pada mereka yang
  minum Pocari Sweat tetap terjaga selama dua jam. Tingkat kenaikan kekentalan
  darah pun bisa dicegah oleh cairan tersebut. Demikian pula ketika penelitian
  dilanjutkan dengan mengadakan penerbangan selama 9 jam dari Jepang ke
  Amerika. Dari total sampel 40 orang pria berusia di bawah 40 tahun yang
  diperlakukan seperti pada penelitian sebelumnya diperoleh kesimpulan bahwa
  konsumsi Pocari Sweat dalam penerbangan panjang mampu menjaga terjadinya
  hypovolemia, yaltu kondisi penurunan volume plasma darah.

 

Sebab umum terjadinya hypovolemia adalah dehidrasi,
  perdarahan, luka bakar, atau penggunaan obat-obatan. Pengobatan bisa
  dilakukan dengan istirahat selama 30 menit, konsumsi cairan dengan tingkat
  gula sedang, minum jus buah, dan pada kasus parah bahkan juga dianjurkan
  untuk transfusi darah.

 

Menurut Masao Sakurai kandungan elektrolit pada
  Pocari Sweat menjadi kunci mengapa kekentalan dan volume plasma darah bisa
  terjaga pada mereka yang banyak mengeluarkan cairan tubuh. “Kalau
  diganti dengan air minum biasa, cairan tubuh memang bisa tergantikan, tetapi
  elektrolitnya tidak. Jadi, ketika air minum pengganti cairan tubuh itu
  dikeluarkan lagi, baik lewat urin maupun pernapasan, efektivitasnya ikut
  hilang,” katanya. *** (senior)

 

 
 
   
   
   

 

October 6th, 2006 at 12:39 am